Cemagi (baliwananews.com) – Tema resmi HUT tersebut selaras dengan posisi Desa Cemagi sebagai desa wisata berkembang di Badung. Tema itu menegaskan tekad Desa Cemagi untuk membangun pariwisata yang bermutu dan berkelanjutan, sehingga memasuki “era baru” sebagai desa wisata yang mampu berdiri sendiri, berinovasi, menghasilkan kesejahteraan, dan tetap setia pada budaya serta kearifan lokalnya.
Hal tersebut dikemukakan Perbekel Desa Cemagi, Putu Hendra Sastrawan terkait visi Desa Cemagi, Badung dimasa datang, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, “Pariwisata Berkualitas” memberi ruang untuk menekankan aspek berkelanjutan, berbudaya, dan berpihak pada warga lokal.
Visi pembangunan Desa Cemagi di bidang pariwisata bukan sekadar banyak wisatawan, tetapi pariwisata yang bermutu, mengangkat warga lokal, dan menjaga budaya, sehingga tercipta “era baru” Desa Cemagi yang lebih maju dan bermartabat.
“Mewujudkan Pariwisata Berkualitas” Artinya: desa ingin mengembangkan pariwisata yang Tidak merusak lingkungan dan ruang hidup warga, Menghargai adat, tradisi, dan nilai-nilai lokal, Memberi manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat desa serta Terencana, tertib, dan berstandar baik (akses, fasilitas, keamanan, layanan). Jadi fokusnya pada mutu dan keberlanjutan, bukan hanya kuantitas kunjungan.
Berkenaan dengan “Menuju Cemagi Era Baru” Ini menandakan transformasi Desa Cemagi artinya dari desa yang sebelumnya lebih agraris/tradisional, menuju desa wisata yang modern namun tetap berakar pada kearifan lokal.
Sedangkan “Era baru” bisa dimaknai sebagai fase pembangunan desa yang ditandai oleh tata kelola yang lebih profesional, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan aktif warga. Seakan memberi pesan bahwa HUT ke-27 adalah momentum perubahan dan pembaruan.
Sedangkan “Mandiri”, Mandiri di sini bisa dimaknai bahwa Desa dan masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pihak luar, tetapi mampu mengelola potensi wisata sendiri dan Pendapatan dan program desa dapat ditopang oleh usaha-usaha lokal, BUMDes, kelompok sadar wisata, dan UMKM warga.
Mandiri juga mengandung makna kemandirian berpikir dan mengambil keputusan sesuai kepentingan desa.
Berbudaya menegaskan bahwa Semua pengembangan pariwisata tetap berlandaskan adat istiadat, nilai agama, dan tradisi lokal, Wisatawan diajak bukan hanya menikmati pemandangan, tetapi memahami dan menghormati budaya Cemagi dan Desa tidak kehilangan jati diri karena pariwisata; justru budaya lokal menjadi ruh dan daya tarik utama.(hd)










